5 Teknik Bela Diri Yang Sering Digunakan di Kompetisi Besar

 


Belajar teknik bela diri adalah salah satu hal yang cukup penting saat ini. Selain karena untuk pertahanan diri, belajar bela diri sering menjadi salah satu pekerjaan banyak orang, contohnya atlet. Di bawah ini kami akan memberikan 5 teknik bela diri yang sering digunakan banyak atlet di dalam kompetisi besar.

Seni bela diri adalah kesenian yang timbul sebagai salah satu cara seseorang untuk mempertahankan dirinya sendiri atau membela diri. Seni ini sudah ada sejak lama dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Dengan menguasai bela diri, kita tentu dapat menjaga diri kita sendiri dan lebih siap dengan bahaya yang tiba-tiba menyerang nantinya.

Tidak heran mengapa banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk memiliki ilmu bela diri saat ini. Bahkan banyak yang sudah mengikuti kelas bela diri sejak dini.

Tidak hanya itu, para atlet bela diri dari Indonesia juga sudah berkembang karena dinilai sudah berperan penting. Beberapa atlet bela diri itu antara lain antara lain adalah Puspa Arumsari, Pipiet Kamelia, Sarah Tria, dan lain sebagainya.

Sebagai seorang atlet bela diri, tentu mereka sering sekali menggunakan teknik bela diri khusus. Selain mengonsumsi makanan sehat untuk menyeimbangkan stamina, tentu saja para atlet mengandalkan ilmu seni bela diri mereka.

Nah, di bawah ini kami akan memberikan 5 teknik bela diri yang sering digunakan oleh para atlet di kompetisi besar.

Apa sajakah itu? Simak ulasan di bawah ini.

1. Kihon

Teknik dasar yang pertama yang perlu dipelajari dan dikuasai adalah Kihon. Secara harfiah, Kihon memiliki arti fondasi sebelum mempelajari Kata dan Kumite.

Pada umumnya, pelatihan untuk teknik Kihon diawali dengan mempelajari gerakan menendang dan memukul yang dikenal dengan tahap sabuk putih serta gerakan bantingan yang ada pada sebuk cokelat.

Ketika karateka berada pada tahap sabuk hitam, hal ini berarti karateka telah berhasil menguasai seluruh Kihon.

2. Kata

Teknik selanjutnya adalah teknik Kata. Teknik dasar ini secara harfiah adalah bentuk atau pola yang ada dalam karate. Kata sebenarnya bukan hanya pelatihan secara fisik atau banyak orang yang mengatakan seperti aerobik.

Namun, teknik dasar Kata ini lebih dari itu. Dalam teknik dasar Kata banyak pembelajaran tentang prinsip bertarung. Untuk tiap Kata, mempunyai aliran gerak dan nama yang berbeda.

Semisal, Kata Tekki yang ada pada aliran Shotokan yang lebih dikenal dengan istilah 'Naihanchi' yang ada di aliran Shito Ryu dan inilah yang memengaruhi Bunkai pada setiap aliran juga menjadi tak sama satu dengan yang lain.

3. Kumite

Teknik kumite ini biasanya dilakukan oleh para karateka yang berada di tingkat lanjut. Tingkat lanjut di sini seperti sabuk biru, atau lebih. Tetapi, pada saat ini ada dojo yang menawarkan pengajaran atau menawarkan pelatihan pada karatedo sabuk kuning atau pada tingkat pemula.

Kumite yang diajari oleh karateka pertama adalah Go hon kumite. Kumite ini dipelajari sebelum mempelajari Kumite yang lain, seperti Kumite bebas atau Jiyu Kumite.

4. Dachi

Dachi atau yang juga disebut dengan 'Tachi' berarti kuda-kuda dalam bahasa Jepang. Teknik ini mengajarkan bagaimana posisi kaki dalam berbagai posisi di karate.

Kuda-kuda sangat penting dalam karate karena dari sinilah faktor besar yang memengaruhi pemberian kekuatan serta respons cepat dalam berbagai situasi.

Dachi ditekankan dalam Kihon atau pelatihan dasar. Dalam karate ada banyak jenis posisi kuda-kuda, yakni:

  • Kuda-kuda dasar atau kaki yang perlu dibuka selebar bahu, yaitu hachiji-dachi.
  • Kuda-kuda berat belakang, yaitu ko-kutsu-dachi.
  • Kuda-kuda berat depan, yaitu zen-kutsu-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah, yaitu sanshin-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah namun kaki dirapatkan (dalam Kata Unsu), yaitu heisoku-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah (dalam Kata Hangetsu), yaitu hangetsu-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah (dalam Kata Sochin), yaitu sochi-dachi.
  • Kuda-kuda berat belakang (dalam Kata Unsu), yaitu neko-ashi-dachi.

5. Zuki

Dalam seni bela diri karate, 'Tsuki' atau 'Zuki' adalah istilah yang digunakan untuk pukulan. Pukulan jenis ini biasanya dilakukan menggunakan dua ruas jari depan, yang disebut dengan seiken (tinju depan).

Teknik pukulan seiken adalah teknik serangan yang paling populer di karate. Teknik pukulan ini sering digunakan karena efisien, cepat, bertenaga, dan serbaguna.

Selain itu, pukulan seiken ini efektif untuk menjaga posisi tangan agar tetap kukuh dan stabil sehingga mampu menahan benturan.

Nah, itulah 5 teknik yang sering digunakan oleh para atlet bela diri dalam memenangkan pertandingannya. Semoga ulasan kami dapat bermanfaat dan selamat mencoba!

Komentar

Postingan Populer